Buku ini mengupas pentingnya tata kelola organisasi keagamaan yang tidak hanya berlandaskan prinsip good governance modern, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Bali, khususnya filosofi Sapta Bayu. Dengan pendekatan ini, organisasi keagamaan dipahami memiliki akuntabilitas ganda: pertanggungjawaban spiritual kepada Tuhan sekaligus sosial kepada umat.
Melalui kajian mendalam dan studi kasus pada pura di Bali, buku ini menunjukkan bagaimana Sapta Bayu dapat menjadi katalisator dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas. Nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat dikaitkan dengan prinsip akuntabilitas universal, sehingga menghasilkan model tata kelola yang unik, otentik, dan berdaya guna.
Selain aspek filosofis, buku ini juga membahas penerapan standar akuntansi modern, khususnya ISAK 35, dalam penyusunan laporan keuangan organisasi nonlaba. Dengan kombinasi teori, praktik, dan kearifan lokal, buku ini menghadirkan panduan strategis bagi akademisi, praktisi, maupun pengelola organisasi keagamaan untuk mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan tetap berakar pada nilai spiritual.
| Detail Buku | |
|---|---|
| ISBN | 978-634-7324-90-0 |
| Penulis | Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida, S.E., M.Si. I Gusti Agung Prama Yoga, S.E., M.Si., BKP. |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed |
| Penyunting | Rahmi |
| Desain Sampul & Tata Letak | Diana fitri S.Ds |
| Penerbit | CV. Lingkar Edukasi Indonesia |
| Kategori | Umum |
| Tahun Terbit | 2025 |

Ulasan
Belum ada ulasan.