Otonomi Daerah: Dinamika Sosial, Kearifan Lokal, dan Eksistensi Awig-Awig di Bali

Rp75.000

- +
Kategori:

Buku ini menyajikan kajian mendalam tentang Subak, warisan budaya Bali yang tidak hanya berfungsi sebagai sistem irigasi pertanian, tetapi juga sebagai simbol kearifan lokal dan identitas sosial. Melalui bab pertama, pembaca diajak memahami Subak sebagai sistem sosial, teknologi, dan budaya yang tetap bertahan di tengah gelombang pariwisata dan modernisasi. Selain itu, buku ini menjelaskan peran Awig-Awig, aturan adat yang mengatur kehidupan komunitas Subak, dalam menjaga kelestarian sistem tradisional ini serta menghadapi tantangan globalisasi.

Selanjutnya, buku ini membahas kebijakan publik dan otonomi daerah, menyoroti bagaimana implementasi teori dan praktik kebijakan memengaruhi pengelolaan Subak dan tradisi lokal di Bali. Bab-bab ini memberikan pemahaman tentang dinamika interaksi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga adat, serta faktor-faktor yang menentukan keberhasilan penerapan kebijakan publik. Relevansi teori kebijakan publik dengan tradisi Awig-Awig juga diperjelas sebagai jembatan antara regulasi formal dan norma adat yang masih kuat mempengaruhi kehidupan masyarakat Bali.

Di bagian akhir, buku ini menyoroti manajemen dan ketahanan komunitas Subak di era globalisasi, dengan studi kasus di Kabupaten Gianyar sebagai ilustrasi nyata. Pembaca diperlihatkan bagaimana masyarakat lokal menghadapi perubahan sosial, konflik sumber daya, dan tekanan modernisasi sambil mempertahankan nilai-nilai tradisional. Filosofi Tri Hita Karana dijadikan landasan etis dalam pelestarian Subak, memperkuat gagasan bahwa keberlanjutan lingkungan dan budaya dapat dicapai melalui sinergi antara otonomi daerah, kebijakan publik, dan kearifan lokal.

Detail Buku
ISBN 978-634-7506-06-1
Penulis Dr. Drs. I Wayan Astawa, S.H., M.AP.
Editor Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed.
Penyunting Widia, S.E.
Desain Sampul & Tata Letak Diana Fitri, S.Ds., M.Sn.
Penerbit CV. Lingkar Edukasi Indonesia
Kategori Umum
Tahun Terbit 2025

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Otonomi Daerah: Dinamika Sosial, Kearifan Lokal, dan Eksistensi Awig-Awig di Bali”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
telah membeli
45 menit lalu