Wayang kulit, sebagai salah satu mahakarya budaya Nusantara yang diakui UNESCO, tidak hanya menyimpan nilai filosofis dan spiritual yang mendalam, tetapi juga terus bertransformasi mengikuti arus zaman. Buku ini mengupas bagaimana warisan budaya sakral tersebut berhadapan dengan realitas komodifikasi sebuah proses ketika seni tradisi diperlakukan sebagai produk yang dapat dipasarkan. Dengan pendekatan yang kritis sekaligus reflektif, pembaca diajak menyelami tarik-menarik antara pelestarian nilai luhur wayang dan tekanan komersialisasi yang hadir dalam bentuk pertunjukan modern, souvenir, fashion, hingga animasi digital.
Buku ini menghadirkan diskusi tajam mengenai dilema antara menjaga kesakralan tradisi dan membuka peluang ekonomi kreatif yang lahir darinya. Tidak sekadar menyoroti persoalan etika dan identitas budaya, karya ini juga menawarkan strategi, inovasi, serta rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi jembatan antara dunia seni, akademisi, pemerintah, hingga pelaku usaha. Dengan gaya bahasa yang memadukan kedalaman akademis dan kehangatan naratif, buku ini menjadi bacaan penting bagi siapa pun yang peduli pada masa depan warisan budaya Indonesia di tengah gempuran globalisasi dan kapitalisasi budaya
| ISBN | 978-634-7406-14-9 | |
| Penulis | : |
Rohmad Eko Priyono, A.Md.T.K., S.Pd., M.Sn. |
| Editor | : | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed. |
| Page | : | 514 halaman |
| Format | : | Soft Cover |
| Ukuran | : | 14,8 cm x 21 cm |
| Kategori | : | Seni |
| Publikasi | : | 2025 |

Ulasan
Belum ada ulasan.