Bali, sebagai destinasi wisata utama Indonesia, mengalami perkembangan pesat dalam pembangunan desa wisata, terutama melalui peningkatan homestay untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Perubahan ini mempengaruhi struktur morfologi desa, khususnya di wilayah sub-urban yang berkembang menjadi pusat pariwisata berbasis komunitas, berdampak pada tata ruang, alih fungsi lahan, dan infrastruktur. Meski mendorong peningkatan kunjungan, perubahan ini juga memunculkan risiko terhadap keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, dan kenyamanan wisatawan. Karena itu, diperlukan pendekatan perancangan berbasis morfologi agar pembangunan tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Buku ini bertujuan memahami hubungan elemen morfologi desa wisata dengan kualitas keberlanjutannya, mengidentifikasi komponen morfologi dominan, dan menyusun kriteria desa wisata hijau. Saat ini, alat ukur keberlanjutan seperti GBCI Kawasan, N-Green V, dan LEED belum banyak menyoroti aspek morfologi dalam penilaian desa wisata. Padahal, elemen seperti tata ruang, pola pembangunan, dan infrastruktur sangat penting dalam menciptakan kawasan wisata ramah lingkungan, berbudaya, dan berdaya saing. Kajian ini juga menghasilkan panduan desain berbasis morfologi yang dapat digunakan untuk mengelola desa wisata hijau secara berkelanjutan, sebagai acuan bagi pengelola desa wisata dan pemangku kepentingan di Bali dan daerah lain di Indonesia.
| Detail Buku | |
|---|---|
| ISBN | 978-634-7324-00-9 |
| Penulis | Anggia Murni
M. Dedes Nur Gandarum W Arina Ilmia |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed |
| Penyunting | Tita Yunia Zalni, S.Pd., M.Pd |
| Desain Sampul & Tata Letak | Neza Sartika |
| Penerbit | CV. Lingkar Edukasi Indonesia |
| Kategori | Umum |
| Tahun Terbit | 2025 |

Ulasan
Belum ada ulasan.