Dampak Ekonomi Perang Israel Vs Palestina : Sebuah Perspektif Perilaku Konsumen Di Indonesia

Rp75.000

- +
Kategori:

Sebuah perspektif perilaku konsumen di Indonesia mengupas secara mendalam bagaimana konflik global memengaruhi pola konsumsi dan dinamika ekonomi di Indonesia. Dengan pendekatan yang berbasis data dan analisis, buku ini mengeksplorasi hubungan antara isu geopolitik dan perubahan perilaku konsumen di tengah masyarakat Indonesia, baik dari sisi solidaritas, preferensi produk, hingga dampaknya pada pasar lokal dan internasional.

Dalam buku ini, pembaca diajak memahami bagaimana konflik Israel-Palestina menciptakan efek domino terhadap pilihan konsumen Indonesia, mulai dari boikot produk tertentu hingga meningkatnya minat terhadap produk yang dianggap mendukung nilai-nilai kemanusiaan. Penulis menguraikan faktor-faktor sosial, budaya, dan psikologis yang mendorong konsumen untuk mengubah pola belanja mereka, serta bagaimana sentimen ini memengaruhi rantai pasok dan stabilitas ekonomi nasional.

Dilengkapi dengan analisis tren pasar, wawancara ahli, dan studi kasus terkini, buku ini tidak hanya memberikan wawasan tentang dampak konflik pada level global tetapi juga menggambarkan implikasinya secara lokal. Buku ini menjadi bacaan penting bagi akademisi, pelaku bisnis, serta siapa pun yang ingin memahami hubungan kompleks antara konflik internasional dan perilaku ekonomi masyarakat Indonesia.

Detail Buku
ISBN 978-623-89636-6-9
Penulis Suherman, M.E
Muhammad Farras Nasrida, M.Si
Tiur Roida Simbolon, M.E
Dicky Perwira Ompusunggu, M.Si
Tri Putri Hutabalian
Editor Weni Yuliani, S.Si., M.M
Penyunting Tita Yunia Zalni, S.Pd., M.Pd
Desain Sampul & Tata Letak Neza Sartika
Penerbit CV. Lingkar Edukasi Indonesia
Kategori Umum
Tahun Terbit 2025

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Dampak Ekonomi Perang Israel Vs Palestina : Sebuah Perspektif Perilaku Konsumen Di Indonesia”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
telah membeli
45 menit lalu